Hakikat Novel sebagai Karya Sastra

oleh
Hakikat Novel sebagai Karya Sastra
Iustrasi: Hakikat Sastra

Pumpunan – Hakikat novel ialah sebagai hasil karya seseorang yang tidak saja menyajikan hiburan namun juga edukasi dan pengalaman untuk pembacanya. Karya sastra ini lebih banyak menceritakan kehidupan manusia secara lengkap sehingga dalam proses pembuatannya memerlukan waktu dan observasi.

Baca Juga: Pengertian Kesusastraan, Sastra dan Studi Sastra

Menurut Atmazaki (2005:40), novel berbentuk prosa lebih panjang dan kompleks daripada cerpen, yang mengekspresikan tentang nilai pengalaman manusia. Ia mempunyai peluang lebih banyak untuk menggambarkan fenomena dalam masyarakat daripada cerpen, sehingga karya sastra ini bisa menyajikan kehidupan masyarakat dengan utuh. Sebagai karya fiksi prosa, ia ditulis secara naratif dalam bentuk cerita.

Penulis novel disebut dengan novelis. Kata novel berasal dari bahasa Italia novella yang berarti “sebuah kisah atau sepotong berita”. Melalui melalui karyanya, novelis menceritakan tentang fenomena sosial budaya suatu kelompok masyarakat di sebuah daerah dalam kurung waktu tertentu. Novel juga berisi cerita tentang status suatu kaum, perkembangan zaman, agama, dan pendidikan.

Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa novel adalah suatu karya fiksi prosa yang mengekspresikan pikiran dan perasaan pengarang terhadap lingkungan sekitarnya.

Struktur Novel 

Novel terdiri dari struktur intrinsik dan ekstrinsik yang keduanya saling mendukung sehingga memperkuat karya sastra tersebut. Muhardi dan Hassanuddin WS (1992:23) menyatakan fiksi yang baik adalah fiksi yang unsur-unsurnya saling tunjang-menunjang dan saling mendukung untuk menguatkan permasalahan.

Unsur-unsur tersebut ialah unsur intrinsik dan ekstrinsik. Unsur intrinsik ialah struktur yang membangun karya sastra dari dalam, seperti penokohan, latar, alur, tema, gaya bahasa, sudut pandang pengarang, dan amanat. Unsur ekstrinsik ialah struktur yang membangun karya sastra dari luar karya sastra itu, seperti kebudayaan, sosial, politik, keagamaan, dan tata nilai yang dianut masyarakat.

Baca Juga: Daftar Artikel Sastra

Sumber:

  • Atmazaki. 2005. Ilmu Sastra: Teori dan Terapan. Padang: Yayasan Citra Budaya Indonesia.
  • Muhardi dan Hassanuddin WS. 1992. Prosedur Analisis Fiksi. Padang: IKIP Padang Press.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.